Siwa dan Sakti

Cahaya itu tadinya satu, dan lalu terbelah menjadi sepasang kilau biru keunguan yang utuh dan mandiri, saling mengekori- kadang menyatu dan terlepas lagi.
Satu kalpa lamanya, alam yang kosong ini pun diisi oleh sisa-sisa kilau yang bertebaran. Terang dan redup dalam kegelapan dan kesunyian yang penuh potensi.

Dan ketika ruang tempat mereka muncul meluas, cahaya itu dengan keanggunan seolah bersepakat untuk berbagi tugas, untuk mengisi ruang-ruang kosong dengan ledakan spektakuler yang kemudian menghasilkan butir-butir cahaya yang lebih banyak lagi…

Dan terjadilah.

Kilau warna-warni itu bermanifestasi dalam berbagai bentuk: cair, padat, gas…
Darisanalah segala keindahan di dunia ini tercipta, turun dari angkasa dan tinggal jauh di dalam perut bumi.

Yang satu mencuat menjadi gunung yang begitu tinggi, dan yang satunya lagi menjadi kaldera mahaluas yang menganga lebar. Mereka adalah sepasang Gunung Suci Abadi, yang secara bergantian menjadi penguasa, yang kekuatannya ditakuti sekaligus dinanti.

Bersamanya, lahir Air Terjun Pengetahuan yang mengaliri Sungai Abadi, dan terciptalah Negeri Surgawi, asal mula peradaban Dunia yang kita kenal kini, Leluhur yang asli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s