Sandikala

Sandikala, waktu jelang transisi dari sore ke malam hari. Meski sedang duduk di kebun desa, tak satupun daun di pepohonan bergerak.
Awan-awan terpaku, serempak guratan-guratan berwarna oranye terlukis menggantung di angkasa.

Burung-burung berkeliaran dekat dengan atap rumah. Ada tiga buah. Bagaikan hipnotis, membuat lupa ingatan, namun juga membawa keseimbangan. Para tetua mengatakan, bahasa alam yang paling jelas adalah kesunyian dan spontanitas. Dorongan yang membuatmu bergerak tiba-tiba, atau tidak samasekali.

Sandikala, waktu yang perlu dihabiskan dengan merenung. Jangan makan, jangan tidur, jangan bepergian, dan kalau berbicara- bicarakanlah sesuatu yang membuat alam ini senang.

Rahajeng Saraswati (jatuh pada hari Sabtu, besok 7/12/19). Pengetahuan sudah ditabur di tanah subur ini (diri ini), barangsiapa yang menyadarinya, akan menumbuhkannya menjadi kebijaksaan hidup, tergambarkan dalam lakunya.

Enjoy the moment.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s