Saat Genting Yang Berakhir

Pemandangan indah matahari terbit tepat di atas Gunung Abang, Kintamani.

Hindarilah berbicara buruk terhadap segala sesuatu di dunia ini. Ketika emosi negatif diakumulasi dalam pikiran, apalagi sampai tertuang dalam kata-kata, dan tersimpan dalam tulisan, pada akhirnya hanya menjadi catatan mengenai diri sendiri.

Jika terjadi ketidakadilan, bencana, wabah, apapun yang dikonotasikan negatif, kita selalu memiliki kekuatan untuk melebur dan mengharmonisasikan situasi.

Tanda alam, pertanda dari alam bawah sadar yang didapatkan melalui meditasi atau mimpi, hingga pertanda dari dunia niskala seperti yang terjadi sehari setelah Nyepi di Pura Agung Klungkung kemarin, adalah lampu hijau bagi umat manusia untuk segera beraksi, melakukan pembersihan dan perlindungan diri melalui doa, meditasi, dan ritual pribadi.

Mengaktifkan Chakra ke-5

Vissudhi Chakra atau chakra tenggorokan adalah simbol harmonisasi dan penerimaan terhadap polaritas dunia. Disebutkan, vissudhi merupakan pusat terjadinya peleburan, yang dilambangkan dengan nectar atau cairan keabadian- dan poison, yang sama-sama dikonsumsi dengan kesadaran akan bagian-bagian tersebut sebagai keseluruhan energi kosmis.

Sejumlah latihan atau meditasi yang dapat dilakukan untuk mengaktifkan chakra tenggorokkan antara lain adalah:

1. Jalandhara Bandha/ throat lock
Duduk dengan posisi meditasi.
Tarik nafas dari hidung, tahan nafas tetap di dalam, tekuk kepala ke arah bawah dan tempelkan dagu ke dada.
Lengan tetap lurus, tempelkan kedua tangan di atas lutut.
Tahan selama dirasa nyaman. Lalu tekuk lengan, relakskan bahu, dan perlahan angkat kembali kepala ke tengah sembari menghembuskan nafas.

2. Kechari Mudra
Duduk dalam posisi meditasi.
Lipat lidah ke arah belakang hingga lapisan luar bawah lidah menempel di langit-langit mulut. Tahan dengan nyaman selama mungkin.

3. Ujjayi Pranayama
Duduk dalam posisi meditasi, sambil tetap memeragakan kechari mudra.
Tarik nafas dalam dari hidung, hembuskan nafas dari hidung sambil berkonsentrasi dan mengencangkan otot di belakang tenggorokkan, sehingga mengeluarkan suara halus seperti mendengkur.
Rasakan seolah tarikan dan hembusan nafas terjadi di tenggorokkan, bukan pada hidung.
Lakukan berulang-ulang hingga nafas terasa lebih dalam dan relaks.

4. Vipareeta Karani Asana (Sebutan vipareeta karani asana adalah dikenal dalam tradisi kriya yoga, sementara tradisi hatha yoga menyebutnya dengan salamba sarvangasana.]
Berbaring dengan punggung menghadap ke lantai, kaki terlentang lurus, dan telapak tangan menghadap ke bawah di samping tubuh.
Dengan kaki yang menyatu, angkat kedua kaki hingga melampaui kepala, lalu support tubuh dengan meletakkan tangan di pinggul. Jaga agar kedua siku tetap berdekatan, sementara dagu tidak menekan ke arah dada, leher relaks.
Pejamkan mata dan tahan senyaman mungkin. Setelah posisi ini, perlahan rebahkan kembali tubuh di lantai sambil merelaksasi dan mengakhiri latihan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s