Ilmu Padi

Eda ngaden awak bisa, depang anake ngadanin
Geginane buka nyampat, anak sai tumbuh luhu,
Ilang luhu ebuke katah, yadin ririh, liu enu plajahin

Jangan pernah menakar diri pintar, biarkan orang lain menilai,
Ibarat menyapu, kalaupun sampah sudah habis dibersihkan, namun debu tetap berkeliaran
Maka biarpun merasa pintar, masih banyak yang masih harus dipelajari.

Pupuh di atas sejalan dengan filosofi padi yang menunduk kala ia berisi. Ini adalah tentang kesadaran akan eksistensi manusia dihadapan alam semesta.
Karena seyogyanya, bekerjasama dengan alam berarti menghormartinya.

Menyadari bahwa segala anugerah kehidupan bukanlah berasal dari yang dikira ‘diri ini’, dan pikiran ini tidak mungkin dapat menjangkaunya. Jika buah kebaikan bersemi, maka tidak satupun yang terlewatkan, sebab setiap burung di udara dan cacing di tanah pun juga telah bekerja menghasilkannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s