Cahaya Yang Memudar

Aku merasa bagai tiang yang runtuh. Hancur menjadi serpihan yang diterbangkan oleh sejuknya angin menjelang musim kemarau.
Waktu itu, tepat di pohon ini, tak ada seorangpun yang melihat, terkecuali bayang-bayang indah bagai lukisan di sore hari.

Aku mendengar janji-janji para petinggi yang luntur wibawanya oleh harta duniawi. Seiring dengan itu, muncul pertanda diawalinya zaman Kalabendu ini. Tak kuasa menolak takdir Sang Maha Agung, dan untuk merenung bahwa Beliaulah yang akan menjaga serta mengembalikan kewibawaan kita nanti. Maka aku menangis, semoga kiranya airmataku menjadi minuman untuk kehidupan yang panjang dan anggun.

Dapat kulihat reruntuhan daun-daun yang layu serta tumbuhnya tunas-tunas baru. Kiranya Beliau Yang Maha Meliputi mengabulkan doaku, doa alam semesta ini. Setelah itu aku harus beranjak ke dunia yang lain, sebab dunia ini bukan lagi tempatku. Bersama ingatan berupa kebenaran, suatu saat meskipun jalan untuk mengalahkan angkara murka tersedia dalam beragam bentuk dan cerita, hanya akan ada satu kebenaran, tempat dimana kita bertemu dan meluapkan perasaan yang bercampur aduk ini!

Kukatakan padamu, apa yang membuat kita manusia, yang membuat kita dapat bercengkrama dengan alam, adalah perasaan yang kita miliki. Maka itu janganlah mengabaikan perasaan ini, sebab itulah penanda bahwa kita adalah anak-anak Sang Hyang Taya, kesunyataan yang mendengungkan rindu.

Jika suara ini mematahkan keinginan-keingananmu, dan tak sekalipun dapat menggoyahkan keteguhan hatimu, maka kesunyataan adalah jalanmu.

Berjalanlah bersama angkara murka, biarlah ia tetap hidup sebagai teman kewaspadaan. Sampai saatnya ia mengucapkan selamat tinggal, dengan kehormatan, meleburlah dunia yang lama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s