Blessings in Disguise: Manusia Itu Harus Tercerahkan!

Apakah kalian percaya dengan akhir cerita yang indah? Apakah kalian percaya pada kekuatan dari upaya dan harapan yang dapat memutarbalikkan keadaan?

Sebagai seorang yang cukup dewasa untuk menilai, dapat dikatakan bahwa masa kecil dan masa pertumbuhan saya relatif tidak mudah. Banyak rasa malu, tidak percaya diri, kesulitan ekonomi, masalah keluarga, dan pencarian spiritual yang berat. Sejujurnya, saya menitikberatkan akar masalah ini pada diri saya sendiri. Bukan berarti ada kecenderungan rasa bersalah dan penyesalan lho ya, sebaliknya sikap ini menjadi tombak kekuatan internal yang jika dianalogikan, seperti busur panah yang sedang ditarik ke belakang dengan kuat, untuk kemudian melesat cepat dan tepat sasaran. Entah itu karena pilihan saya sendiri, atau desakan keadaan (keadaan sejatinya adalah ‘pilihan’ yang didorong muncul oleh alam bawah sadar).

Jika begitu, maka apa yang tampak mundur sebenarnya adalah bayangan pelindung dari gangguan yang tidak perlu, bahkan cenderung besar. Ini menguatkan keberadaan filter otomatis yang mungkin dikenal dengan suara hati, spirit guide, atau malaikat pelindung. Namun tanpa mengurangi rasa hormat akan keberadaan energi-energi tersebut, mari kita kerucutkan lagi permasalahan sekaligus solusinya hanya pada diri.

Ada keyakinan bahwa kelebihan adalah kekuatan, dan kekurangan pun adalah kekuatan. Kekuatan internal itu melahirkan semacam hukum bahwa seiring dengan banyaknya ketimpangan hidup, banyak pula celah transformasi yang disediakan. Dan transformasi itu telah membangun filter kebenaran yang juga bertransformasi dari waktu ke waktu!

Mengapa? Karena kesadaran perlu ditingkatkan…

Kekuatan Internal

Jika manusia (jiwa) adalah energi, maka jiwa tidak berawal dan tidak berakhir, artinya mati adalah gerbang transformasi. Dan kita telah mengalaminya berulang kali, melalui fase hidup yang bergulir saat ini, atau dari satu kehidupan ke kehidupan yang lain.

Saya menyebut kekuatan internal ini selayaknya tempat menyimpan dan menyandi instruksi-instruksi genetika setiap organisme, yaitu DNA. Dan saya tidak ingin sekedar berbicara di lingkup bapak dan ibu saja, tetapi hingga leluhur kita yang hidup puluhan ribu tahun sebelumnya, atau bahkan serpihan atmosfer yang melayang-layang di jagad raya. Mau tidak mau, manusia membawa serpihan ingatan ke-Tuhanan, dan itu menjelaskan mengapa kita bertahan, bangkit, dan harus tercerahkan!

1. Titik Awal
Titik awal kita bergerak, alasan mengapa segala kehendak dan emosi muncul- bahkan alasan mengapa dunia ini bergulir, adalah sebuah keyakinan bahwa hal tersebut membawa kebaikan. Pada awalnya secara logika mungkin kita tidak tahu bagaimana kehendak dan emosi itu dapat terekspresi, namun pengetahuan yang terletak di alam bawah sadar sudah mengetahuinya, dan akan terus membimbing kita hingga titik teratas, yang juga harus diterima bahwa itu tak ada batasannya!

2. Titik Kesadaran
Dalam perjalanan, kita akan menemukan diri jatuh cinta lebih mendalam terhadap apa yang dikerjakan. Ini berkah yang sangat istimewa dari bimbingan alam bawah sadar, sebab passion menjadi cahaya penghubung kehidupan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Titik ini adalah saat dimana kita mampu hadir sepenuhnya dalam saat ini, kesadaran membawa informasi yang terus mengalir dan mencerahkan.

3. Titik Kenikmatan
Poinnya sangat jelas: kita tidak sedang mengerjakan hal-hal baru, tetapi memandangnya dengan cara yang baru! Saya tidak perlu menjelaskan bagaimana kerja yang nikmat mengalirkan kreativitas, silakan menjadi saksi yang mampu memberi keputusan terutama terhadap cara pandang sendiri.

Kini, apakah kamu masih percaya akan sebuah akhir yang bahagia? Atau kamu malah yakin, bahwa akhir itu tidak ada, dan bahagia adalah kesadaran yang hadir di setiap saat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s