The Age Of Light

Seharusnya lanjutan tulisan dari Penakluk Kegelapan sudah selesai beberapa hari lalu, namun sayangnya tulisan itu tak sengaja terhapus sehingga saya harus mengulanginya lagi. Meski begitu tak ada kekecewaan, saya sepenuhnya mengerti bahwa hal ini berarti saya harus menulis ide yang baru.

Saya pun belajar untuk lebih jeli mengevaluasi dan memerhatikan hal kecil, yang secara tak sadar terus dihindari, namun sebenarnya menentukan langkah berikutnya. Betapa melegakan untuk tidak lagi merasa terbebani, dimana muncul insting untuk menata hidup lebih sederhana.

Selama pengalaman menulis, telah terjadi sejumlah penundaan oleh karena alur yang tidak mengalir. Tidak mudah bagi saya untuk yakin dan mengakui percampuran tangan semesta ini. Hingga diri sejati meminta untuk berhenti, agar tidak lagi menahan diri dan berani mengklaim kelimpahan sebagai janji keadilan Ibu Bumi.

Percayalah Beliau selalu mengasihi dan tahu apa yang terbaik untuk anak-anakNya, terutama bagi yang setia berserah dalam tuntunan rencana-Nya. Saya jadi mengerti bahwa diperlukan ruang yang luas untuk menyimak dan mendengarkan.

Jutaan inspirasi dan jeda adalah cara untuk mengundang berkat alam. Kesabaran semata adalah waktu untuk merasakan puji syukur yang menghantar tahap kedua dari jurnal jiwa ini. Saya pun tidak lagi membicarakan pencerahan, tetapi merasakan mantapnya tercerahkan. Dan itulah yang ingin saya sampaikan pada tulisan ini: to claim your light.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s