Proses Ascension

Sepertinya omong kosong jika saya membicarakan ascension tanpa memberi petunjuk jelas bagaimana cara melauinya. Yang ada hanyalah gambaran-gambaran ‘di atas’, tanpa informasi tentang perjalanannya. Untuk memperjelas, eksis terang dan gelap di dunia. Maka jangan pernah menganggap kegelapan sebagai sesuatu yang buruk, karena itu adalah persepsi.

Kegelapan adalah salah satu elemen keseimbangan, maka itu haruslah ditaklukkan, agar ia tidak menguasai. Sebagai contoh, sering muncul pikiran yang buruk, namun pikiran itu dapat dihentikan dan segera dikendalikan. Banyak orang-orang ‘terang’ menjadi gelap, karena tidak mampu menahan desiran energi kebangkitan. Gelap itu amatlah mudah, yakni mengikuti ego dan kenikmatan sesaat di dunia.

Sementara kebangkitan adalah ujian. Ujian harus ‘dikerjakan’ untuk dilalui, dan ujian ini tidaklah untuk semua orang, maka bersukacitalah dalam mengerjakannya!
Kebangkitan menyajikan banyak pelajaran, sehingga kadang perjalanan terasa sangat melelahkan. Maka berhenti dan nikmatilah Bumi, karena Ibu Bumi tidak ingin kita menjadi menjadi sakit dan bersedih.

Jika berkesempatan untuk menjalaninya, perlu diingat bahwa proses kebangkitan terjadi tidak hanya sekali, tetapi terus-menerus bagaikan estafet, sebab bumi ingin segera menyelasikan prosesnya secara menyeluruh, termasuk melalui diri kita. Jangan mengeluh! Bagian ini sangat baik untuk membakar semua karma. Jika memang kita mampu mengikuti petunjuk semesta, ini akan menjadi kehidupan terkahir sebagai manusia yang mengalami dualitas. Itulah Janji Semeta.

Forget The Past

Avoid dwelling on all the wrong things you have done. They do not belong to you now. Let them be forgotten. It is attention that creates habit and memory.
As soon as you put the needle on a phonograph record, it begins to play. Attention is the needle that plays the record of past actions. So you should not put your attention on bad ones. Why go on suffering over the unwise actions of your past? Cast their memory from your mind, and take care not to repeat those actions again.

Lupakanlah Masa Lalu

Hindarilah untuk berpikir terlalu jauh pada kesalahan yang telah diperbuat. Mereka bukan lagi dirimu, biarkanlah mereka dilupakan. Adalah perhatian yang telah menciptakan kebisaan dan ingatan.
Segera setelah diletakkannya jarum pada catatan fonograf (alat penyimpan suara), maka semua segera dimainkan. Perhatian adalah jarum yang memainkan catatan masa lalu. Jadi mengapa kamu harus memberi perhatianmu pada hal yang buruk? Mengapa harus menderita atas perlakuan tidak bijaksana yang pernah dilakukan? Keluarkanlah semua itu dari pikiranmu, dan berhati-hatilah untuk tidak mengulangi itu lagi.

~ Paramahansa Yogananda, Kriya Yoga guru, disciple of Mahaavatar Babaji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s