Beragama Adalah Menjadi Manusia

Bagaimana seharusnya seseorang beragama? Bagaimana kita dapat meletakkan agama sebagai elemen kehidupan yang damai dan tidak destruktif?

Agama dapat menjadi momok apabila ia digunakan sebagai identitas dan dogma, tetapi menjadi ‘hidup’ jika ia berubah menjadi sebuah pekerjaan. Pekerjaan seperti apa? Pekerjaan untuk mendandani, merawat, dan menjaga diri. Sebab agama bukan alat untuk menghakimi atau barang untuk disebarluaskan, tetapi hal pribadi untuk meningkatkan kualitas diri.

Sejatinya semua agama memiliki esensi yang sangat indah. Tidak ada satupun yang kurang untuk dikoreksi, juga tidak ada satupun yang menolak kehadiran semua dari kita. Dengan perbedaan atau tujuan universalnya, keterpisahan hanya terletak pada persepsi, dan agama akan selalu menjadi ruang untuk mendekat kepada Tuhan. Untuk itu siapa berani menghakimi dan tidak menerima sesamanya sebagai saudara? Sementara kita hidup di atas bumi dengan udara, matahari, dan semua elemen alam yang sama.

Sayangnya kemanusiaan tidak selalu menjadi yang utama, dan kepentingan pribadi atau golongan kadang melebihi daripada yang lainnya. Seharusnya kita selalu mengingat, bahwa jikapun pengabdian kepada-Nya telah terlaksana, semua menjadi sia-sia jika itu tidak bergerak menjadi energi hidup yang menyentuh hati manusia. Dan inilah rahasia tentang cara beragama: bahwa hubungan kepada Tuhan hanya akan tergenapkan dan terpuaskan melalui cinta kasih terhadap sesama.

Memang manusia dapat menjadi sangat manipulatif, tetapi dengan kekurangannya- selalu ada potensi tak terbatas yang dapat digali dan dipelajari satu sama lain. Itulah yang diajarkan oleh agama melalui nurani, ‘bagaimana kita melihat kehidupan’ dapat mengubah kimia beracun menjadi makanan yang memuaskan dahaga spiritual; dan hanya dengan belajar kita dapat mencapai kebijaksanaan menyeluruh.

Well, bisa saja kita mencintai pohon, binatang, lautan, dan bahkan Tuhan tanpa cela. Tetapi apa arti semua itu tanpa mencintai anak manusia, yang dihadirkan untuk mengajari dan membahagiakanmu. Dan inilah rahasia yang lainnya: Tuhan ingin kita berbahagia pada saat ini juga, tidak menunda untuk mewujudkan surga-Nya di atas bumi!

Kemanusiaan adalah jalur cepat untuk mencapai kemuliaan kolektif; dikarenakan kita telah diberi kuasa tak terbatas untuk berkarya dan menciptakan peradaban.

Uncle Iroh Wisdom

“You are not the man you used to be. You are stronger and wiser and freer than you ever used to be. And now you have come at the crossroads of the destiny. Its time for you to choose. Its time for you to choose good.” ~ Iroh to Zuko

Api adalah kekuatan. Elemen ini memiliki hasrat dan keinginan untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
Tanah adalah elemen zat atau kepadatan, mereka beraneka ragam serta kuat. Mereka gigih dan mampu bertahan lama.

Udara adalah elemen kebebasan, mereka melepas diri dari ikatan duniawi dan menemukan kedamaian serta kebebasan. Juga memiliki selera humor yang tinggi.
Air adalah elemen perubahan, mereka mampu beradaptasi dalam banyak hal. Mereka memiliki dorongan untuk saling berkumpul, dan cinta membuat mereka menyatu untuk melalui segalanya.

Sangat penting untuk menarik kebijaksanaan dari berbagai tempat, sebab jika hanya menarik kesimpulan di salah satunya saja, maka itu akan menjadi kaku dan lemah. Memahami elemen lainnya akan membantumu mencapai penyatuan, dan itulah yang menghasilkan kekuatan sejati. ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s