Light On Hatha Yoga

“There are not two minds, there is one mind trying to split itself into two. One mind wants to break the discipline and the other mind wants to maintain the discipline.” ~ Tidaklah ada dua pikiran, melainkan satu yang terbagi menjadi dua. Di satu sisi ingin mematahkan disiplin diri, sementara satu lainnya ingin menjaganya tetap kokoh.

     Salah satu teks popuper dalam hatha yoga adalah hatha yoga pradipika yang diterjemahkan menjadi Light On Hatha Yoga. Disusun oleh Yogi Swatmaratma di sekitar abad ke-6, buku ini terdiri atas empat bab masing-masing adalah: Asana, Shatkarma dan Pranayama, Mudra dan Bandha, dan Samadhi.

     Menariknya Swatmarama menghilangkan unsur yama dan niyama yang umumya menjadi titik permulaan dalam sistem buddhisme, jainisme, serta yoga patanjali- yang membagi raja yoga menjadi delapan tangga. Patanjali menganggap seorang murid harus menguasai yama dan niyama terlebih dahulu, untuk menghindari kegagalan dalam praktek asana dan pranayama.

     Sementara Swatmarama sangat menyadari kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh para murid dalam melaksanakan kedua unsur tersebut. Ia menganggap yama dan niyama lebih seperti agama ketimbang spiritulitas, yang sejatinya berhubungan langsung dengan kehidupan. Menurutnya jika diamati, ketika berusaha menerapkan disiplin dan pengendalian diri, seringkali muncul masalah mental yang efeknya sangat mengganggu pikiran bahkan kepribadian kita.

     Lebih jauh ia menguraikan bahwa prinsip yang berlawanan sebaiknya tidak diajarkan, terutama perbedaan praktek religi dan spiritual yang dapat membawa kegagalan ketika menghadapi dilema evolusi kesadaran. Pesannya sangat jelas: pertama-tama murnikanlah tubuhmu- elemen-elemen halusnya, saluran energi, pola pergerakan energi vital, sistem saraf, dan keseluruhan bagiannya perlu diharmonisasikan. Begitulah caranya kita dapat membangun meditasi yang khusyuk, dan dilanjutkan pada tahap yang lebih dalam: pratyahara, dharana, dhyana, samadhi.  

Chapter 1, Verse 1:
Salutation to the glorious primal (original) guru, Sri Adinath, who instructed the knowledge of hatha yoga which shines forth as a stairway for those who wish to ascend to the highest stage of yoga, raja yoga.

Hormat kepada Sang Guru yang mulia, Sri Adinath, yang telah menyusun pengetahuan hatha yoga sebagai tangga yang bersinar bagi mereka yang ingin naik ke tingkat tertinggi dari yoga, yakni raja yoga.

Penjelasan:
Sri Adinath adalah nama lain yang diberikan kepada Siwa, sebagai kesadaran kosmik tertinggi (supreme cosmic consciousness). Dalam Tantra terdapat konsep siwa dan shakti, dimana siwa bertindak sebagai kesadaran abadi kosmos, dan shakti sebagai energi kreatifnya.

Tradisi samkhya menyebutnya dengan purusha, sementara vedanta menyebutnya brahman. Siwaisme menyebutnya siwa, waisnawa menyebutnya wisnu. Semuanya adalah satu dan sama, yaitu sumber kreasi dan sumber evolusi makhluk hidup, satu kekuatan yang meliputi segalanya.

Kekuatan itulah yang disebut sebagai guru, sebab ia membawa seseorang keluar dari kegelapan (ketidaktahuan) ke dalam cahaya realitas (pengetahuan sejati). Sekte nath menyebutnya Adinath, sang pelindung utama.

Swatmarama adalah seorang penganut sekte nath, sehingga ia menghormati siwa dalam wujud Sri Adinath. Semua pengetahuan tanpa terkecuali berasal dari kesadaran kosmik. Tantra dan serangkaian cabang dari yoga pun berasal dari tempat yang sama, dan secara traditional penekanan itu diketahui sebagai siwa. Teks-teks suci berbahasa sansekerta selalu berawal dengan ungkapan: ‘Salutation to the supreme state of being‘, yang berarti ‘Hormat kepada Sang Maha Tertinggi’.

Hal pertama yang harus diingat sebelum memulai segala jenis latihan spiritual adalah: bahwa kekuatan kosmik adalah pemandu dari setiap gerakan, dan dirimu adalah instrumen dari kekuatan itu. Oleh karena itu, berilah hormat lalu mintalah perlindungan dan bimbingan-Nya terlebih dahulu.

Ketika Yogi Swatmarama memberi hormat kepada Adinath, ia menyatakan bahwa pengetahuan yang akan datang pada sloka-sloka berikutnya adalah berkat kemuliaan dari Sang Guru, bukan pencapaian pribadinya. Terdapat kerendahan hati beserta absennya ego, dan hal ini sangatlah penting untuk memperolah kesadaran yang lebih tinggi.

Swatmarama lalu menjelaskan bahwa hatha yoga digunakan untuk mempersiapkan seseorang untuk mencapai raja yoga. Ha dan tha yang berarti matahari dan bulan, sebagai representasi dari dua energi kembar yang eksis dalam segala hal. Bulan adalah energi halus yang menguasai mental/ pikiran, sementara matahari adalah energi pranic yang aktif dan dinamis, merepresentasikan tubuh. Latihan hatha yoga memungkinkan fluktuasi dari kedua energi ini menjadi harmonis dan menyatu menjadi satu kekuatan.

“Sekalinya seseorang mencapai tahap raja yoga, maka hatha yoga tidak lagi menjadi kebutuhan untuknya.”

Yoga to Relieve Stress, Strain, Anxiety and Headache

Dear Friends, dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi mengenai cara untuk meredakan sakit kepala, stress, ketegangan, dan rasa gelisah serta ketidaknyamanan melalui serangkaian latihan yoga yang sederhana, dan aman dilakukan oleh siapa saja secara mandiri. Informasi yang akan saya bagikan ini merupakan pengetahuan klasik Hatha Yoga yang diwariskan, serta dapat ditemui di berbagai teks yoga populer.

Perlu diingat bahwa dalam melakukan latihan yoga, pengalaman, sensasi, dan tingkat efektivitas bagi setiap individu akan berbeda-beda. Untuk itu praktisi dihimbau agar selalu aware, dan menjadikan pengalaman ini sebagai ruang pengamatan perihal apa yang benar-benar dirasakan dan dibutuhkan.

1. Meditasi

Meditasi adalah teknik untuk menyadari hal-hal yang selama ini tidak disadari. Artinya meditasi berfungsi untuk memperluas jangkauan kesadaran manusia. Dari tidak tahu menjadi tahu, mati menjadi aktif, gelap menjadi terang.

Teknik-teknik dalam meditasi ada bermacam-macam. Ada yang berfokus hanya pada nafas dan membiarkan kesadaran-kesadaran yang mati muncul ke permukaan, ada pula yang aktif, dimana seseorang berusaha menstimulasi energi kreatifnya ke pusat otak.

Dalam tema pembahasan ini, jenis meditasi yang cocok untuk meredakan ketegangan adalah meditasi relaksasi, yang bekerja melalui medium nafas. Hal yang perlu diperhatikan oleh praktisi adalah ketika melakukan meditasi, praktisi diharuskan untuk duduk dengan posisi tegak, agar aliran energi yang berpusat di tulang punggung bergerak bebas ke pusat-pusat spiritual yang berada pada tubuh bagian atas. Jika terasa kurang nyaman atau postur yang dimiliki kurang tegak, maka praktisi dapat menggunakan kursi atau tembok sebagai support, namun tanpa sepenuhnya bersandar.

Selanjutnya praktisi mengobservasi nafas yang masuk dan keluar melalui lubang hidung, tanpa sengaja ditarik atau dihembuskan, alias natural breathing. Teknik pernafasan dasar ini meningkatkan kesadaran seseorang terhadap sistem pernapasan yang terjadi dalam tubuhnya sendiri. Dengan demikian, irama nafas menjadi lebih lembut, lamban, dan relaks.

Setelah terasa nyaman dan konsentrasi meningkat, nafas menjadi terkontrol, dan kesadaran perlahan menyatu menjadi nafas. Dengan demikian secara otomatis terjadi pelepasan dan pembebasan dari ‘hambatan-hambatan’. Hambatan yang dimaksud dapat berupa perasaan tidak nyaman- baik pada tubuh fisik maupun emosi (rasa sedih, marah, tidak sabar,dll)- serta pikiran yang aktif dan terus-menerus bergerak.

Slow down the rythym of the breath, slow down the activity of the mind.

Lakukanlah meditasi relaksasi secara bebas dan sesuai kebutuhan, tanpa memikirkan durasi atau pencapaian target tertentu.

2. Pranayama

Setelah menyadari dan menguasai nafas melalui teknik natural breathing, ipraktisi selanjutnya mencoba teknik-teknik pernapasan lain yang masih berhubungan dengan relaksasi dan penyeimbangan energi. Salah satu yang aman, populer, dan efektif untuk umum adalah nadhi sodhana atau alternate nostril breathing. Teknik ini berfungsi untuk mempurifikasi jalur energi/ lapisan tubuh pranic, serta memberi suplai oksigen tambahan pada tubuh fisik.

Cara melakukan:
Duduk tegak dengan posisi tangan kiri relaks di atas lutut/ paha, sementara tangan kanan terangkat di depan wajah. Pada tangan kanan, telunjuk dan jari tengah diletakkan lembut di tengah-tengah alis mata, sementara jempol dan jari manis secara bergantian memblok sisi luar lubang hidung kanan dan kiri.

Inhale left, exhale right. Inhale right, exhale left (1 round)

Secara tradisi, penarikan nafas dimulai dari lubang hidung kiri. Lalukan minimum sebanyak enam putaran, senyamannya.

Berikutnya adalah brahmari pranayama, atau juga sering disebut dengan bee sound, adalah jenis pranayama yang memanfaatkan medium suara sebagai alat untuk menenangkan pikiran dan saraf. Suara lembut yang timbul mengarahkan praktisi pada keadaan meditatif dan memudahkan untuk menyelaraskan diri dengan kesejatiannya.

Cara melakukan: angkat kedua tangan di samping kepala, blok pendengaran dari luar dengan masukkan masing-masing jempol ke masing-masing lubang telinga, sementara jari-jari lainnya menutup mata.Tarik nafas dalam, dan ketika menghembuskan lakukan suara ‘mmmm’ atau bee sound, lalu nikmati vibrasi suaranya.

3. Kriya Kapalabhati

Meski menggunakan medium nafas, kapalabhati masuk dalam kategori kriya, yaitu serangkaian latihan yoga yang aktif dan memiliki tujuan yang bersifat spiritual. Teknik ini berfungsi untuk purifikasi serta meng-energize tubuh dan pikiran. Sangat cocok untuk meredakan stress, gelisah, juga rasa kantuk.

Kontraindikasi: tidak disarankan bagi penderita kelainan jantung, high blood pressure, vertigo, epilepsi, stroke, dan hernia.

Cara melakukan: berfokus hanya pada hembusan nafas, dengan menghentakkannya hingga terjadi gerakan di perut. (Latihan ini sebaiknya dilakukan dengan bimbingan dari yang berpengalaman)

4. Mudra

Mudra secara umum diartikan sebagai gesture atau prilaku yang devosional, aestetik, dan psychic. Umumnya mudra dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi, namun bagi sejumlah praktisi advance, mudra dapat secara instan meningkatkan kuantum prana yang berpengaruh untuk membangkitkan chakra dan kundalini. Mudra tidak hanya merujuk pada posisi tangan tertentu, namun juga dapat mengikutsertakan seluruh bagian tubuh baik itu berupa asana, pranayama, dan bandha.

Ada dua jenis mudra yang cocok dengan tema pembahasan ini. Yang pertama adalah gyan mudra. Mudra ini sangat umum dan populer dipraktekkan selama meditasi, berfungsi untuk meningkatkan konsentrasi, kesadaran, dan memori. Cara melakukannya adalah dengan mengatupkan ujung jari telunjuk dengan ujung jari jempol tangan.

Yang kedua adalah mahasirs mudra, yaitu mudra yang berfungsi untuk menyeimbangkan energi, terutama pada saat terjadi akumulasi energi yang berlebihan di bagian tubuh tertentu, sehingga mengakibatkan tension dan imbalance. Mudra ini sangat cocok dipalikasikan dalam latihan untuk tema ini. Contoh lihat gambar di bawah:

5. Yoga Poses

Sesungguhnya asanas atau pose yoga adalah ‘persiapan’ untuk melakukan meditasi. Asana membantu pergerakan prana agar mengalir tanpa hambatan, sehingga seseorang menjadi siap untuk masuk ke inti praktek, yaitu samadhi.

Selain itu asanas juga bermanfaat sebagai terapi, dimana gerakan-gerakan yoga yang memadukan mobilitas, fleksibilitas, kekuatan, serta keseimbangan, terbukti menjaga dan menyeimbangkan tubuh dan pikiran. Berikut adalah contoh nama-nama pose yang sesuai dengan tema pembahasan ini:

Stress, anxiety, strain: surya namaskara, paschimottanasana, bhujangasana, salabhasana, sarvangasana, halasana, dhanurasana, bakasana.

Headeache: Vajrasana (bertimpuh), child pose, side stretch, simple twisting, janusirsasana, pawanmuktasana (reclining poses), savasana.